![]()
Berita UNLESA – Saumlaki, 16 September 2026, Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) secara resmi melaksanakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II, Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta program magang Tahun Akademik 2026-2027 pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, 16–17 September 2026, tersebut mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Kemandirian Desa yang Berkelanjutan”. Tema tersebut menempatkan pengabdian mahasiswa bukan sekadar sebagai kewajiban administratif akademik, melainkan sebagai instrumen intervensi sosial-ekonomi yang terencana pada wilayah yang tengah mengalami dinamika pembangunan berskala nasional.
Ketua panitia pelaksana, Balthasar Malindar, SE., M.Si, dalam laporannya menegaskan bahwa KKN, PPL, dan PKL merupakan agenda akademik yang dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan kalender akademik. Ketiga kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan manifestasi sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menuntut perguruan tinggi tidak berhenti pada fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menunaikan fungsi pengabdian kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebut, pelaksanaan KKN, PPL, dan PKL dirancang agar mampu memberikan kontribusi terukur terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan bertumpu pada pemetaan dan pemanfaatan potensi lokal sebagai basis pemberdayaan, sejalan dengan orientasi tema yang diangkat pada penyelenggaraan tahun ini. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama kurun waktu kurang lebih dua bulan dan difokuskan pada tiga desa terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yakni Desa Lermatang, Desa Latdalam, dan Desa Bomaki. Pemilihan ketiga lokasi tersebut memiliki signifikansi tersendiri. Sebagai wilayah yang berada dalam radius pengaruh langsung proyek energi berskala nasional, ketiga desa menghadapi tantangan sekaligus peluang transformasi ekonomi yang tidak dihadapi desa-desa lain di Kepulauan Tanimbar. Kehadiran mahasiswa di lokasi tersebut, sebagaimana disampaikan Balthasar, diharapkan mampu mengakomodasi proses pemberdayaan masyarakat setempat. Lebih lanjut, panitia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi akselerasi pembangunan ekonomi di wilayah Tanimbar. Mahasiswa diharapkan turut merumuskan program kegiatan strategis yang berkaitan dengan rantai pemasok sebagai pintu masuk pemberdayaan masyarakat di tiga desa terdampak. Orientasi ini menempatkan program pengabdian pada ranah yang lebih substantif, yaitu penyiapan kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi secara produktif dalam ekosistem ekonomi yang terbentuk akibat kehadiran proyek, bukan sekadar menjadi penerima dampak.
![]()
Berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan panitia, total peserta yang akan diterjunkan ke lokasi berjumlah 57 orang, yang terdiri dari Prodi Ekonomi Pembangunan sebanyak 4 orang, Prodi Manajemen sebanyak 6 orang, Prodi THP sebanyak 3 orang, Prodi Ilmu Administrasi Niaga sebanyak 4 orang, Prodi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 10 orang , Prodi Hukum sebanyak 8 orang, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia sebanyak 8 orang, Prodi Matematika sebanyak 6 orang, dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 8 orang. Dari keseluruhan peserta tersebut, sebanyak 22 mahasiswa akan mengikuti PPL, 3 mahasiswa mengikuti PKL, dan 13 mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Seluruh peserta dijadwalkan dilepas secara resmi pada Jumat, 18 September 2026. Komposisi lintas disiplin tersebut memungkinkan pendekatan multidisipliner dalam pelaksanaan program di lapangan, di mana persoalan desa dapat didekati secara simultan dari perspektif ekonomi, administrasi publik, hukum, pendidikan, serta teknologi pengolahan hasil perikanan yang relevan dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Balthasar menegaskan bahwa capaian akhir kegiatan tidak berhenti pada kontribusi praktis di desa. Setelah masa pengabdian selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa dituntut menghasilkan luaran akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Luaran tersebut mencakup publikasi karya ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat yang akan disusun dan diterbitkan oleh masing-masing kelompok KKN, serta upaya pematenan produk inovasi yang dihasilkan di desa sebagai legasi bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian diposisikan sebagai siklus yang lengkap: dari identifikasi persoalan di lapangan, intervensi program, hingga dokumentasi dan diseminasi pengetahuan secara ilmiah.
![]()
Selanjutnya, Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Samuel Urath, S.Si., M.Pd, dalam sambutannya menyatakan bahwa penyelenggaraan KKN, PPL II, PKL, dan magang tahun ini merupakan pelaksanaan kelima kalinya di lingkungan UNLESA sejak tahun 2022 hingga 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut berstatus wajib akademik dan harus dilalui oleh seluruh mahasiswa UNLESA berdasarkan kurikulum yang berlaku pada masing-masing program studi. Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab insan akademik di sebuah perguruan tinggi untuk melaksanakan Tri Dharma. Samuel Urath juga memberikan perspektif bahwa proses pembekalan sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum kegiatan hari ini. Menurutnya, pembekalan telah dimulai sejak Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hingga akhir semester enam, melalui perkuliahan di dalam kelas, praktikum, serta penelitian-penelitian berskala kecil yang dilaksanakan berdasarkan mata kuliah yang ditawarkan.
“Hari ini adalah salah satu bentuk kegiatan yang harus Anda ikuti, laksanakan sebagai bentuk dan bagaimana Anda mengimplementasikan segala ilmu yang sudah Anda pelajari selama kurang lebih tiga tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan universitas turut menegaskan bahwa seluruh persyaratan yang melekat pada peserta KKN, PPL, dan PKL wajib dipenuhi oleh ke-57 mahasiswa yang akan diterjunkan. Samuel Urath mengingatkan bahwa selama masa pengabdian, mahasiswa berperan sebagai juru bicara institusi di hadapan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembekalan selama dua hari secara sungguh-sungguh, serta mengimplementasikan materi yang disampaikan para pemateri di lapangan sesuai dengan panduan dan ketentuan yang ditetapkan UNLESA. Aspek integritas diri dan etika menjadi penekanan khusus dalam sambutan tersebut, mengingat keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari kualitas relasi sosial yang dibangun mahasiswa bersama masyarakat desa.
![]()
“Saya berharap KKN, PPL, dan PKL angkatan kelima ini akan kembali membawa hasil yang memuaskan,” ungkapnya. Mewakili pimpinan Universitas Lelemuku Saumlaki, Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan ucapan selamat mengikuti pembekalan kepada seluruh peserta KKN, PPL, dan PKL Tahun 2026, dan selanjutnya secara resmi membuka kegiatan pembekalan yang berlangsung pada 16–17 September 2026 tersebut atas nama Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki. Dengan dibukanya pembekalan ini, 57 mahasiswa UNLESA memasuki tahap akhir persiapan sebelum secara resmi dilepas ke tiga desa terdampak PSN Blok Masela pada 18 September 2026 mendatang. “AT. HMMPK”








