Kabar UNLESA, Desa Lermatang menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh tim riset dari Universitas Lelemuku Saumlaki bersama Universitas Brawijaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif dalam mendukung pengembangan konsep Tanimbar Mandiri berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
FGD tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, pelaku usaha lokal, hingga kelompok pemuda dan perempuan. Diskusi berlangsung interaktif dengan menggali berbagai persoalan, potensi, serta kebutuhan masyarakat Desa Lermatang dalam menghadapi tantangan pembangunan di era industri.
![]()
Tim peneliti memfokuskan pembahasan pada strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, juga dibahas peluang pengembangan usaha berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Koordinator tim riset Dr.Eduardus Koisin,S.Sos.,M.AP, menyampaikan bahwa FGD ini menjadi langkah penting untuk memperoleh data dan masukan langsung dari masyarakat, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Desa Lermatang menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap hasil riset dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan tercipta model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi wilayah Kepulauan Tanimbar.MT-HMP2K








