![]()
Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) bekerja sama dengan Universitas Merdeka Malang (UNMER Malang) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tahap I yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanimbar dalam rangka pelaksanaan penelitian kolaboratif dengan tema “Model Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Wisata di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.” Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menghimpun berbagai perspektif dari pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan media untuk merumuskan model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik daerah.
FGD dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis sebagai bentuk implementasi pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam penyusunan model pengembangan daerah. Melalui forum ini, para peserta mendiskusikan berbagai potensi, tantangan, peluang, serta strategi yang dapat mendorong peningkatan kualitas SDM sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki, Ferly A. Sairmaly, S.E., M.Si, bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa, yang hadir sebagai Keynote Speaker.
Dalam sambutannya, Rektor UNLESA, Ferly A. Sairmaly, menegaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui riset yang aplikatif.
“Universitas tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah. Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat besar, namun membutuhkan dukungan SDM yang berkualitas serta penguatan ekonomi kreatif agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam menyusun strategi pembangunan SDM dan pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa, dalam keynote speech sekaligus membuka kegiatan FGD, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UNLESA dan Universitas Merdeka Malang.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada hasil penelitian ilmiah.
“Pemerintah daerah menyambut baik penelitian ini karena sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan. Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
![]()
Pada sesi diskusi, materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Leoborius Samangun, S.Sos., M.Si. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai dari wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah, hingga potensi desa wisata yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Beliau menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta dukungan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan produk-produk unggulan daerah.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Edoardus Koisin, S.Sos., M.AP, yang membahas konsep Model Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Wisata.
Dalam pemaparannya, Dr. Edoardus Koisin menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan memerlukan integrasi antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat lokal, penguatan UMKM, inovasi ekonomi kreatif, serta kolaborasi multipihak melalui pendekatan Penta Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Beliau juga menekankan pentingnya penyusunan roadmap pengembangan SDM yang berorientasi pada kebutuhan industri pariwisata masa depan, termasuk peningkatan kompetensi digital, kewirausahaan, pengelolaan destinasi wisata, pengembangan produk kreatif lokal, serta pemasaran berbasis teknologi informasi.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan seluruh peserta yang hadir. Berbagai masukan, pengalaman, dan pandangan disampaikan oleh para peserta sebagai bahan penyempurnaan model penelitian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
1. Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bapak Simon Lolonlun, S.AP;
2. Tokoh Adat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bapak Herman Yoseph Lerebulan;
3. Perwakilan pelaku UMKM;
4. Perangkat daerah terkait;
5. Akademisi;
6. Praktisi pariwisata;
7. Serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
![]()
Para peserta memberikan berbagai rekomendasi penting, di antaranya perlunya peningkatan kualitas SDM lokal melalui pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan desa wisata, penguatan kelembagaan UMKM, pelestarian budaya lokal sebagai daya tarik wisata, serta pemanfaatan teknologi digital dalam promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif.
Kegiatan FGD dipandu oleh Tim Riset Kolaborasi Universitas Merdeka Malang (UNMER Malang) dan Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) yang bertindak sebagai fasilitator. Tim memastikan jalannya diskusi berlangsung partisipatif sehingga seluruh pemangku kepentingan memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan dan rekomendasi.
FGD Tahap I ini menjadi fondasi penting dalam proses penyusunan model penelitian. Seluruh hasil diskusi akan dianalisis dan diintegrasikan ke dalam pengembangan model konseptual yang selanjutnya akan divalidasi melalui tahapan penelitian berikutnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, media, dan tokoh adat, diharapkan penelitian ini mampu menghasilkan model pengembangan SDM dan ekonomi kreatif berbasis potensi wisata yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif sebagai acuan kebijakan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Model tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif, memperluas kesempatan kerja, serta mewujudkan pembangunan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Tanimbar.
![]()








