Apakah Ada Pertanyaan ?

BRIN–UNLESA Memperkuat Kolaborasi Riset Kependudukan di Kawasan Blok Masela-Tanimbar

Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi kepulauan dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengembangan riset kependudukan di kawasan Proyek Strategis Nasional Blok Migas Masela.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama tersebut, UNLESA telah melakukan audiensi resmi bersama Pusat Riset Kependudukan BRIN yang berlangsung di kantor Pusat PRK Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala OR IPSH BRIN (Dr.M, Najib Azca), Kepala PRK BRIN (Dr. Ali Yansyah Abdurrahim) dan 12  Kelompok Pusat Riset Kependudukan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan riset, memperdalam desain kolaborasi melalui skema riset, serta membangun kesepahaman terkait agenda penelitian prioritas di kawasan terdampak Blok Masela yaitu di 3 desa terdampak dan 12 desa Penyangga.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk membentuk tim konsorsium riset BRIN–UNLESA dan UNIVERITAS BRAWIJAYA Malang yang akan bekerja secara kolaboratif dan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan riset berbasis data untuk mendukung kebijakan pembangunan yang komprehensif dan adaptif terhadap dinamika sosial di wilayah kabupaten Kepulauan Tanimbar yang merupakan tempat beroperasinya Blok Masela.

Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki Ibu Ferly A. Sairmaly, SE.,M.Si menegaskan bahwa langkah audiensi ini merupakan bagian dari strategi institusi perguruan tinggi dalam hal ini UNLESA untuk memastikan kesiapan semua unsur yang ada di daerah dalam menghadapi transformasi besar akibat hadirnya proyek Blok Masela.

“Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi fondasi dalam membangun kolaborasi riset yang kuat dan berdampak. UNLESA ingin memastikan bahwa setiap perubahan yang terjadi di Tanimbar dapat diantisipasi melalui pendekatan ilmiah yang terukur dan berpihak pada masyarakat local, masyarakat lokal harus menjadi mitra utama serta menjadi mitra strategis untuk menyambut hadirnya masyarakat industri di Tanimbar.”

Sementara itu, Ketua Pusat Riset Kependudukan BRIN Dr. Ali Yansyah Abdurrahim menekankan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi lokal seperti UNLESA sangat penting untuk menghadirkan riset yang kontekstual dan aplikatif.

“Melalui audiensi ini, kami melihat komitmen kuat dari UNLESA untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan riset kependudukan. Kolaborasi ini akan memperkuat basis data dan analisis yang dibutuhkan dalam merespons dinamika pembangunan di kawasan timur Indonesia., lebih khususnya di Tanimbar”

Pandangan strategis juga disampaikan oleh Bpk Dr. Muhammad Najib Azca, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR-IPSH) BRIN, yang menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam pembangunan kawasan industri.

“Pembangunan Blok Masela harus dilihat secara komprehensif, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan kependudukan. Audiensi ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa riset sosial-humaniora terintegrasi dalam perencanaan pembangunan, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.”

Kolaborasi BRIN–UNLESA difokuskan pada berbagai isu strategis, antara lain mobilitas penduduk, perubahan struktur demografi, ketenagakerjaan, kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga perlindungan kelompok rentan. Implementasi kerja sama ini akan diwujudkan melalui penelitian kolaboratif lintas disiplin, penyusunan policy brief, publikasi ilmiah bereputasi, serta diseminasi hasil riset kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan seperti SKK MIGAS, INPEX Masela.

Selain itu, hasil audiensi juga membuka peluang akses terhadap berbagai skema pendanaan riset nasional, termasuk program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), guna memastikan keberlanjutan program dan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Ketua Tim Riset UNLESA Dr. Edoardus Koisin, M.AP menegaskan bahwa dinamika sosial dan ekonomi di kawasan Blok Masela tidak hanya bersifat linier, tetapi merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor kultural dan struktural yang saling berpengaruhi.

“Kita tidak bisa melihat transformasi Tanimbar hanya dari indikator ekonomi saja. Realitas di lapangan menunjukkan adanya persoalan kultural seperti nilai-nilai lokal, identitas sosial, dan pola relasi komunitas, yang berinteraksi dengan persoalan struktural seperti akses terhadap sumber daya, ketimpangan pembangunan, dan kapasitas kelembagaan. Kompleksitas ini menuntut pendekatan riset yang komprehensif, multidisipliner, dan berbasis data.”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa riset kependudukan di kawasan Blok Masela harus mampu menjembatani kepentingan negara dalam mendorong Proyek Strategis Nasional dengan kepentingan masyarakat lokal yang terdampak langsung.

“Riset harus hadir sebagai instrumen strategis untuk menjawab dua kepentingan besar: kepentingan negara dalam akselerasi pembangunan dan kepentingan masyarakat lokal dalam memperoleh keadilan sosial. Tanpa basis kajian akademik yang kuat, pembangunan berisiko melahirkan disrupsi sosial dan ketimpangan baru.”

Dalam konteks tersebut, Universitas Lelemuku Saumlaki memposisikan diri sebagai katalisator kolaborasi antar pemangku kepentingan melalui pendekatan Pentahelix Model, yang mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“UNLESA hadir sebagai katalisator yang mengorkestrasi kolaborasi multipihak. Melalui pendekatan pentahelix, kami memastikan seluruh aktor terlibat dalam proses perencanaan hingga implementasi pembangunan.”

Ia juga menambahkan bahwa hasil riset tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi masyarakat.

“Melalui konsorsium riset ini, kami mendorong lahirnya teknologi tepat guna yang mampu membaca dan mengelola multiplier effect dari pembangunan Blok Masela. Teknologi ini diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, sehingga mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan kelembagaan secara berkelanjutan.”

Dengan dukungan skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) serta kolaborasi bersama Universitas Brawijaya dalam konsorsium riset, UNLESA optimistis dapat menghadirkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga transformatif dalam menjawab tantangan pembangunan di kawasan kepulauan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa UNLESA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan

    Terkini

    Pengumuman

    Berita Sosmed

    Pimpinan Universitas Lelemuku Saumlaki

    FERLY AGUSTINA SAIRMALY, SE.,M.Si

    REKTOR

    PIMPINAN UNIVERSITAS

    NIDN: 1208048001

    SAMUEL URATH, S.Si.,M.Pd

    WAKIL REKTOR I

    BIDANG : AKADEMIK

    NIDN: 1228118601

    SUKRIYADI, SE.,MM.Akt

    WAKIL REKTOR II

    BIDANG: SDM, UMUM, & KEUANGAN

    NIDN: 1229128301

    PITER TITIRLOLOBY, S.Pd.,MPd

    WAKIL REKTOR III

    BIDANG: KEMAHASISWAAN & ALUMNI

    NIDN: 1218059002 

    CARTES A. RANGOTWAT, SH.,MH

    WAKIL REKTOR IV

    BIDANG: KERJASAMA,  HUKUM & KOMUNIKASI PUBLIK

    NIDN: 1204018901

    Pendiri / Owner / Pengurus
    Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki