Kabar UNLESA –24/04/26, Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Malang (UM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh masing-masing pimpinan perguruan tinggi.
Rektor UNLESA, Ferly A. Sairmaly, SE., M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas kelembagaan UNLESA dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
“Kerja sama ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa kemitraan lintas wilayah antara perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Ia menekankan pentingnya implementasi kerja sama melalui program strategis seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan daerah.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang telah berdiri sejak 1954, UM memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan dan riset. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UNLESA menuju perguruan tinggi yang unggul dan adaptif.
Wakil Rektor IV UNLESA, Dr. Edoardus Koisin, M.AP menambahkan bahwa Kerja sama ini juga memiliki relevansi strategis dalam mendukung kesiapan sumber daya manusia di Kepulauan Tanimbar dalam menghadapi pengembangan Blok Migas Masela sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.
Sebagai univeritas lokal yang berada diwilayah terdampak blok migas Masela, UNLESA memiliki tanggung jawab akademik untuk menyiapkan sumber daya manusia sebagai upaya untuk menghadapi peluang ekonomi yang melalui efek berganda (multiplier effect), termasuk peningkatan investasi, pertumbuhan lapangan kerja.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara UNLESA dan UM diharapkan mampu menghasilkan riset terapan, inovasi teknologi tepat guna, serta program pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan pembangunan wilayah. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan
UNLESA dan UM telah menindaklanjuti MoU Tersebut melalui perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis dan implementatif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh sivitas akademika dan masyarakat tanimbar.MT-HMP2K








